Pages - Menu

Kamis, 22 Januari 2026

Atlet Indonesia Raih Emas Kejuaraan Paralayang di Jepang


Atlet Paralayang Indonesia asal Tulungagung, Damar Tetuko Harimurti (17), menunjukkan penampilan gemilang dalam ajang Fujinomiya Paragliding Accuracy Internasional Open. Kejuaran ini diselenggarakan oleh Japan Hang and Paragliding Federation (JHF) di Asagiri, Fujinomiya, Jepang, pada 28-29 November 2025 lalu.

Di tengah persaingan ketat antarnegara Asia, Siswa kelas 12 SMAN 1 Boyolangu tampil konsisten an memborong sejumlah prestasi membanggakan. Yaitu, Juara 1 individuals (usia di bawah 26 tahun) dan Juara 2 individuals (overall) sekaligus meraih 2 medali emas dan 1 medali perak. 

Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, mengapresiasi prestasi Damar tersebut. Karena ini kali pertama Indonesia ikut dalam Kejuaraan Dunia Paralayang di Jepang. Menurut dia, prestasi ini menjadi bukti kuat bahwa atlet Paralayang Indonesia mampu meraih prestasi papan atas tingkat dunia. Prestasi Damar ini tentunya tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga menjadi penyemangat atlet Paralayang Indonesia lainnya untuk lebih berprestasi. Dukungan dari KBRI Tokyo senantiasa kami upayakan bagi putra putri Indonesia dalam kompetisi dunia lainnya yang diadakan di Jepang,” ujar Al Aula, yang didampingi Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud, Iqbal Mohammad, Amrullah, saat menerima Damar Tetuko Harimurti di KBRI Tokyo.

Dengan torehan prestasi ini, Damar Tetuko Harimurti saat ini menjadi atlet Paralayang Indonesia peringkat 4 dunia untuk kelompok U26. Serta, peringkat satu Indonesia. 

Menurut Damar, tingkat kesulitan di kejuaraan ini lumayan berat dikarenakan posisi landing dikelilingi oleh bukit dan pohon. Sehingga, mengakibatkan turbulensi yang membuat parasut goyang dan susah turun. 

Damar juga mengungkapkan bahwa mengikuti kejuaraan di Jepang ini sangat menyenangkan. Karena setiap orang memiliki attitude dan rasa hormat yang tinggi, serta memiliki solidaritas sesama lawan. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://rri.co.id/olimpik/2021798/atlet-indonesia-raih-emas-kejuaraan-paralayang-di-jepang&ved=2ahUKEwjB1YWmkp-SAxXI1DgGHXp_MqEQxfQBKAB6BAgNEAE&usg=AOvVaw3NSQ9GvurfBc_97-6ThsKI

Empat Spot Olahraga Paralayang di Sumatera Utara

 1. Bukit Gajah Bobok ke Wisma Sibayak 





Salah satu spot tempat yang paling ideal untuk take off adalah via Bukit Gajah Bobok. Bukit Gajah Bobok sendiri memiliki ketinggian 1860 meter dpl. Kamu akan diajak untuk lepas landas dari tempat tersebut dan mendarat di sisi lainnya yakni di Wisma Sibayak, Tongging. Jika menempuh perjalanan darat waktunya bisa 40 menit sampai 1 jam namun via udara bisa lebih cepat setengahnya. 


Selain itu, pemandangan selama di udara juga sangat menakjubkan karena dikelilingi bukit-bukit hijau, pemandangan birunya air danau toba, persawahan, kapal-kapal nelayan dan paling eksotis adalah air terjun Sipiso-piso yang bisa kamu lihat dengan jelas selama di atas. Pengoperasian paralayangnya juga diawaki oleh pilot professional sehingga kamu tidak perlu khawatir mengalami cedera atau kecelakaan selama mengikuti panduannya. Biayanya sendiri relatif di angka ratusan ribu sampai Rp. 1 jutaan. Kamu bisa menghubungi akun Instagram mereka di @kuliki_paralayang_karo untuk pertanyaan dan reservasi. 


2. Puncak Sibodiala, Balige





Masih di seputaran Danau Toba, spot paralayang yang baru dibuka yahun 2024 ini adalah Puncak Sibodiala di Balige, Kabupaten Toba. Hanya perlu waktu sekitar 15 menit dari pusat kota Balige untuk mengakses lokasi take off paralayangnya. Anda harus mendaki bukit Sibodiala yang punya ketinggian 800 meter dpl untuk sampai dipuncaknya. 


Sesampainya di puncak bukit, tersaji pemandangan yang memukau mulai dari hutan pinus, deretan perbukitan, perkampungan dan perkebunan warga hingga pemandangan danau toba yang sangat luas. Selain itu tak jauh dari sana ada Batu Basiha yang menampilkan tumpukan bebatuan sisa ledakan vulkanis danau toba sekitar 74.000 tahun lalu. Dan dari puncak itu, kamu bisa melakukan aktivitas paralayang dengan biaya hanya Rp. 550rb saja (sudah termasuk asuransi kecelakaan).


3. Siulak Hosa





Objek wisata Siulak Hosa berada di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Tempat ini merupakan yang paling 'senior' jika dibandingkan lokasi take off paralayang lainnya. Itu dikarenakan pemerintah daerah punya program tahunan seperti Festival Danau Toba (FDT) yang menampilkan atraksi paralayang di Samosir sejak tahun 2013. Tak jarang, atlet paralayang lokal maupun mancanegara berbondong-bondong ikut andil dalam event tahunan tersebut. Bahkan dalam berbagai testimoni mereka menyebut spot terbang di Siulak Hosa menjadi yang paling menakjubkan karena diisi lanskap danau dan perbukitan yang eksotis. 


Wisatawan umum juga bisa menjajal paralayang di sini dengan lokasi pendaratan di Bukit Beta, Kecamatan Tuktuk, Samosir. Siapkan budget di atas Rp. 1 jutaan karena untuk mengakses aktivitas paralayang di sini biasanya hanya untuk event-event tertentu saja sehingga tentu harganya akan bervariasi tergantung skala kegiatannya. 

Huta Ginjang





Objek wisata Huta Ginjang merupakan satu dari 16 Geosite di Geopark Kaldera Toba. Berada di ketinggian 1500 dpl, objek wisata ini langsung menghadap ke birunya air Danau Toba. Terletak di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, objek wisata Huta Ginjang resmi dibuka sejak 2020 dan terkenal dengan tugunya yang fenomenal. 




Awalnya, olahraga paralayang ditampilkan sebagai sebuah atraksi dimana masyarakat hanya menonton. Namun seiring dengan jam terbang dan pengalaman dari para pilotnya, pihak pengelola pun memberi kesempatan kepada wisatawan untuk ikut mencoba olahraga ini. Biayanya pun relatif murah sekitar Rp. 500rban untuk sekali terbang. Anda bisa langsung datang ke objek wisata Huta Ginjang dan merasakan langsung sensasi adrenalinnya.   https://sardanagroup.co.id/berita/empat-spot-olahraga-paralayang-di-sumatera-utara

Keunikan Wisata Paralayang Batu Hingga Pilihan Aktivitas

Keunikan Wisata Paralayang Batu Hingga Pilihan Aktivitas

 


"Kawasan wisata Paralayang Batu menaunikan Wisata Paralayang Batu

Keistimewaan wisata paralayang Batu tidak hanya terletak pada aktivitas olahraga saja, tetapi juga menyuguhkan panorama indah dari puncak gunung. 


Anda dapat menikmati pemandangan Kota Batu dari ketinggian, serta hamparan pegunungan hijau yang menyejukkan mata karena lokasinya di dataran tinggi.


Meski rute menuju wisata paralayang Batu cukup menantang, tetapi jalan yang dilalui menawarkan pemandangan pegunungan yang memanjakan mata


Lokasi, Jam Operasional, Harga Tiket

Wisata paralayang Batu terletak di kawasan Gunung Banyak, tepatnya di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon dengan waktu tempuh sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota.


Jam operasional wisata paralayang Batu buka setiap hari selama 24 jam penuh, kecuali hari Jumat hanya buka pukul 13.00-17.00 WIB saja.


Umumnya, biaya untuk menikmati paralayang berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per orang yang sudah termasuk perlengkapan keselamatan dan instruktur berpengalaman.


Pilihan Aktivitas di Wisata Paralayang Batu

Kawasan wisata paralayang Batu ini juga menawarkan berbagai aktivitas menarik lainnya yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Beberapa di antaranya adalah


Paralayang



paralayang batu - CIMB Niaga


Paralayang menjadi aktivitas utama di wisata paralayang Batu. Anda bisa merasakan sensasi terbang bebas sambil menikmati pemandangan dari ketinggian. 


Bagi pemula, tersedia fasilitas tandom beserta satu orang instruktur berpengalaman untuk membantu mengemudikannya. 


Pengalaman ini tidak hanya menawarkan adrenalin, tetapi juga memberikan kesempatan untuk melihat kawasan wisata paralayang Batu dari perspektif berbeda.


Omah Kayu



paralayang batu omah langit - CIMB Niaga


Omah Kayu atau rumah pohon adalah salah satu yang populer di kawasan wisata paralayang Batu yang sering dijadikan spot berburu foto oleh wisatawan.


Terletak tidak jauh dari lokasi take-off paralayang, Omah Kayu menawarkan pengalaman menginap yang unik di tengah hutan pinus. 


Dari kawasan wisata paralayang Batu ini, Anda dapat menikmati pemandangan lembah yang hijau dengan udara sejuk khas dataran tinggi.


Taman Langit



taman langit paralayang batu - CIMB Niaga


Copyright image: wisata.id


Taman Langit adalah sebuah taman di kawasan wisata paralayang Batu yang menawarkan berbagai spot foto menarik dengan tema yang unik.


Beberapa spot yang populer antara lain jembatan langit, patung malaikat, dan replika bangunan ikonik dunia. 


Taman Langit juga menyediakan beberapa fasilitas seperti tempat duduk untuk bersantai dan kafe dengan pemandangan kawasan wisata paralayang Batu yang menakjubkan.https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/gayahidup/wisata-paralayang-batu

Paralayang Batu, Pengalaman Perspektif Baru Saat Terbang Seru


   


Pengalaman Perspektif Baru Saat Terbang Seru

Deru angin lembut menyapu wajah dan kaki melayang di udara. Dalam sejenak, kamu akan terbang di atas hamparan lanskap Kota Batu. Sensasi itu menanti kamu saat naik paralayang Batu, Malang, Jawa Timur.

Ini bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan sebuah puisi visual yang memadukan keindahan alam, adrenalin, dan kebebasan tak terbatas. Dari ketinggian, mata kamu akan terbuka dan melihat perspektif baru tentang hidup.

Batu, Kota di Antara Awan dan Impian

Kota Batu yang dijuluki "Kota Apel" telah lama dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Timur. Perkebunan subur, udara sejuk pegunungan, serta ragam atraksi modern adalah magnet wisatawan di wilayah ini.

Kota Batu yang Dikepung Pegunungan

Terletak di dataran tinggi, Kota Batu dikelilingi gugusan pegunungan megah, seperti Gunung Panderman dan Arjuno-Welirang. Lanskapnya berbukit-bukit dan lembah hijau menyuguhkan pemandangan menawan di setiap sudut.

Selain pesona alamnya, Batu juga kaya akan budaya dan keramahan penduduknya, menciptakan atmosfer yang nyaman menjadi ”penghangat” bagi setiap pengunjung di wilayah yang terkenal berhawa sejuk ini.

Mengapa Batu jadi Lokasi Favorit Paralayang?

Kondisi geografis dan iklim Kota Batu ideal untuk aktivitas paralayang. Anginnya stabil dan topografi berbukit mendukung untuk kamu yang siap lepas landas.

Perbedaan ketinggian yang signifikan menawarkan jalur terbang yang panjang dan panorama spektakuler. Titik lepas landasnya berada di Gunung Banyak yang telah disiapkan secara khusus untuk olahraga ini.

Kamu bisa merasakan hembusan angin pegunungan yang sempurna untuk menopang parasut ketika kamu terbang dari paralayang Batu. Kamu akan melayang anggun di atas lembah dan kota.

Pengalaman Terbang: Saat Bumi Menjauh, Langit Membuka Cerita Baru

Saat parasut mengembang dan meninggalkan langkah terakhir di tepi tebing, sebuah dimensi baru terbuka. Penerbangan dari paralayang Batu adalah momen untuk merasakan kebebasan tanpa batas.

Kamu akan merasakan hembusan angin yang membelai, sensasi melayang yang ringan, dan keheningan yang sesekali dipecahkan oleh suara angin. Pengalaman ini akan menguji adrenalin sekaligus menenangkan jiwa.

Ini adalah kesempatan melihat dunia dari sudut pandang berbeda sambil melepas segala beban pikiran dan membiarkan dirimu larut dalam keindahan panorama yang disajikan alam.

Tips untuk Terbang yang Lebih Menyenangkan

Agar petualangan paralayang Batu semakin seru dan aman, perhatikan beberapa persiapan sederhana.

Datang Pagi atau Sore Hari

Waktu terbaik untuk paralayang Batu adalah pagi hari sekitar pukul 08.00–11.00 WIB atau sore hari pukul 14.00–17.00 WIB.

Kondisi angin cenderung lebih stabil dan cuaca tidak terlalu panas di jam-jam ini, sehingga penerbangan kamu akan lebih nyaman dan aman.

Gunakan Pakaian yang Nyaman dan Bergerak Bebas

Pilihlah pakaian yang longgar dan nyaman agar bisa bergerak bebas saat lepas landas dan mendarat. Gunakan celana panjang, kaus, dan jaket tipis untuk melindungi kulit dari gesekan tali harness dan paparan angin.

Pakai Sepatu Tertutup dan Anti-Slip

Kenakan sepatu olahraga atau sepatu gunung yang tertutup dan memiliki sol anti-slip. Hindari mengenakan sandal atau sepatu hak tinggi karena berisiko terlepas atau menyebabkan cedera saat berlari di medan lepas landas atau saat mendarat.

Bawa Kamera/HP + Tali Pengaman

Dokumentasikan penerbanganmu sambil memastikan kamera aksi (GoPro) atau smartphone kamu dilengkapi tali pengaman yang kuat agar tidak terjatuh saat di udara.

Jika kamu tak ingin membawanya, banyak operator yang menyediakan layanan dokumentasi.

Makan yang Cukup, Tapi Jangan Berlebihan

Makanlah secukupnya sebelum terbang agar tubuh berenergi. Tapi hindari makan sampai kekenyangan karena bisa menyebabkan mual atau ketidaknyamanan saat melayang di udara.

Tenang Saja, Kamu Terbang Bersama Profesional!

Tetaplah tenang dan percayakan pada pemandu (tandem pilot). Mereka adalah profesional bersertifikat yang sudah mengantongi ribuan jam terbang.

Dengarkan instruksi mereka dengan seksama, dan nikmati setiap detik petualangan terbang kamu dengan paralayang Batu.

Rasakan Langsung Pengalaman yang Mengesankan

Perkiraan harga untuk penerbangan dengan tandem pilot bervariasi. Biaya untuk merasakan pengalaman luar biasa ini dimulai dari Rp400.000–Rp600.000 per orang. 

Biaya itu tergantung operator dan paket yang dipilih dan biasanya sudah termasuk dokumentasi foto atau video. Sementara prosedur penerbangannya cukup sederhana.

Kamu akan dipasangkan dengan tandem pilot profesional menggunakan harness khusus yang aman. Aspek keamanan adalah prioritas utama, karena semua peralatan dicek secara berkala dan pilot memiliki lisensi yang valid.

Setelah mendapat briefing singkat dan pemasangan alat, kamu akan diajak berlari kecil menuruni lereng bukit hingga parasut mengembang sempurna dan kamu terangkat ke udara.

Durasi terbang bervariasi tergantung kondisi angin, antara 10–20 menit di udara. Durasi ini cukup untuk merasakan sensasi melayang dan mengagumi panorama 360 derajat. 

Setelah itu, kamu akan mendarat dengan mulus di area pendaratan yang telah ditentukan dan langsung membungkusnya dalam memori yang akan kamu ingat seumur hidup.https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=

Desa Sembalun di Lombok Punya Aktivitas Wisata Paralayang


 Pulau Lombok yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat ternyata menyimpan surga kecil di kaki Gunung Rinjani. Surga tersebut ialah Kecamatan Sembalun yang terletak di Kabupaten Lombok Timur. Wilayah di lereng Gunung Rinjani itu dikenal dengan keindahan perbukitan yang menawan.Sembalun juga menawarkan aktivitas seru untuk para wisatawan, mulai dari mendaki Gunung Rinjani, memetik buah stroberi, menikmati indahnya Bukit Selong, hingga aktivitas wisata paralayang bagi pencinta adrenalin.Banyaknya bukit yang ada di Sembalun lantas dimanfaatkan oleh warga setempat untuk dijadikan sebagai spot bermain paralayang.  

https://travel.kompas.com/read/2021/06/01/090900927/desa-sembalun-di-lombok-punya-aktivitas-wisata-paralayan






Sejarah paralayang

PARALAYANG INDONESIA, PERJALANAN DARI MASA KE MASA

Pada tahun 1988, seorang fotografer asal Perancis mengirimkan sebuah Parasut Paralayang ke Lody Korua, sebagai imbal jasa ditemaninya Tim Ekspedisi Perancis ke Pulau Seram. Setelah sekian lama tersimpan, parasut ini dipinjamkan kepada (alm) Dudy Arief Wahyudi, untuk selanjutnya dibawa ke Yogyakarta.


Berbekal parasut ini, maka (alm) Dudy dan Gendon Subandono, mencobanya secara otodidak, dengan mempelajari buku manual yang ada, dan inilah perkembangan olahraga Paralayang di Indonesia. Parasut tipe Drakkar Everest ini pun menjadi parasut pertama yang kemudian dipergunakan untuk belajar banyak orang.


Di awal perkembangannya, olahraga paralayang dikenal dengan sebutan olahraga terjun gunung. Kelompok Terjun Gunung Merapi yang didirikan di Yogyakarta menjadi salah satu penanda hadirnya komunitas olahraga dirgantara ini. Ada pula, turis asal Perancis lainnya, Bernard Fode (alm) yang akhirnya menetap di Bali, pada tahun 1990, dan memulai kegiatan terbang Paralayang di Pantai Timbis, Bali.


Pada kurun waktu berikutnya, mulai hadir para penggiat yang mewarnai olahraga ini. Pada tahun 1992 ini tercatat tak lebih dari 5 parasut yang ada di Indonesia. Lokasi yang dipakai untuk kegiatan Paralayang saat itu adalah Puncak, Bukit Sentul, Lido (Jawa Barat), Pantai Parangtritis (Yogyakarta) dan Timbis (Bali).



 

Dari Terjun Gunung ke Paralayang

Salah satu momentum penting perkembangan olahraga dirgantara ini adalah digaungkannya istilah baru Paralayang untuk menggantikan istilah terjun gunung. Peresmian nama ini dilakukan pada saat Eksebisi Gantolle dan Terjun Gunung di Gunung Haruman Garut pada tanggal 22 dan 23 Mei 1993. Pada akhir tahun 1993 terlahir pula PPI (Persatuan Paralayang Indonesia) sebagai organisasi pertama olahraga paralayang di Indonesia.


Pada awal tahun 1994, olahraga paralayang menjadi olahraga binaan FASI saat Rakernas di Lembang Bandung di bawah Pusat Gantolle Indonesia (PGI). Hertriono Kartowisastro yang sudah menjadi penggiat FASI sebelumnya menjadi salah satu pendorongnya. Pada awal tahun ini pula terselenggara kejuaraan ketepatan mendarat paralayang pertama kali di Puncak Bogor. Pada tahun 1995, kejuaraan nasional paralayang pertama dilaksanakan di Wonogiri dan Kemuning dengan peserta nasional sekitar 20 orang.


Pada tahun 1996 akhirnya paralayang resmi menjadi bagian dari FASI. Organisasi PGI dirubah namanya menjadi Pusat Layang Gantung Indonesia (PLGI) pada munas FASI di Lembang. Paralayang resmi menjadi salah satu cabang olahraga yang sejajar dengan olahraga Gantolle. Dengan adanya pengakuan FASI ini, maka Paralayang menjadi lebih mudah berkembang di waktu-waktu berikutnya.

 

Paralayang Menapak Berprestasi Dunia

Kejuaraan nasional paralayang menjadi bagian penting perkembangan paralayang yang secara rutin diselenggarakan setiap tahun. Lompatan besar perkembangan paralayang terjadi ketika paralayang menjadi bagian dari PON (Pekan Olahraga Nasional) pada tahun 2000 di Batu, Malang, Jawa Timur. Banyak kegiatan internasional pun diikuti, setidaknya ada 3 kegiatan multi event yang menapakkan paralayang menjadi salah satu cabor yang akhirnya ikut mendukung prestasi dunia olahraga Indonesia.

Pada tahun 2008, Paralayang Indonesia memperoleh 7 medali emas dari 8 yang diperebutkan di Asian Beach Games (ABG), Bali. Pada tahun 2011 memperoleh 10 medali emas dari 12 medali yang diperebutkan di SEA GAMES Puncak, Bogor. Pada Asian Games tahun 2018 memperoleh 2 medali emas dari 6 yang diperebutkan. Prestasi paralayang juga terukir dari kejuaraan-kejuaraan tunggal paralayang dari kurun waktu 2010 sd 2019, beberapa atlet Paralayang Indonesia berhasil naik podium pada kejuaraan bergengsi nomor ketepatan mendarat.

 

Wisata Dirgantara Paralayang

Paralayang tak hanya sebagai sarana hobi atau prestasi, perkembangan terakhir yang sangat mempengaruhi dinamika olahraga ini adalah ketika paralayang menjadi salah satu wisata petualangan dirgantara yang sangat diminati banyak orang. Semakin banyaknya lokasi terbang dan berkembangnya komunitas serta meningkatnya wisata alam, paralayang mendapatkan imbas positif dari perkembangan itu.

Terkait wisata dirgantara paralayang, sebenarnya telah dimulai sejak akhir tahun 1993 ketika hadirnya parasut tandem, namun proses perkembanganya sangat perlahan hingga berkembang cepat mulai tahun 2010. Saat ini, paralayang menjadi salah satu andalan wisata petualangan Indonesia, sehingga banyak pejabat daerah yang terlibat untuk mengembangkannya. (Get/WY)https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://www.paragliding.web.id/organization/history&ved=2ahUKEwitmZTRi5-SAxXT8qACHdU5EhsQFnoECCAQAQ&usg=AOvVaw2QCEcl6WKNoyBUr6B_AFWR


Mengenal Paralayang Sebagai Olahraga Uji Adrenalin

 


Paralayang adalah olahraga ekstrem yang melibatkan penerbangan dengan menggunakan sayap parasut yang ringan dan dapat dikendalikan Dalam olahraga ini, seseorang terbang dari titik yang tinggi, seperti bukit atau gunung, dengan tujuan menikmati sensasi terbang di udara dan mengendalikan arah serta ketinggian penerbangan. Olahraga ini sering disebut juga hang gliding versi ringan, karena meskipun menggunakan alat terbang seperti parasut, kontrol dan teknik penerbangannya mirip dengan teknik yang digunakan dalam gliding.Paralayang dimulai dengan peluncuran dari area yang tinggi, seperti tebing, bukit, atau gunung. Untuk meluncur, pilot paralayang akan mengenakan harness (sabuk pengaman) yang terhubung dengan parasut besar yang dapat terbuka dan mengembang saat angin atau udara menerpa sayapnya. Sayap parasut ini dirancang agar bisa terbang dengan stabil di udara dan dapat dikendalikan dengan tali yang terhubung ke parasut.Setelah parasut mengembang, pilot akan terbang dengan memanfaatkan arus udara untuk mempertahankan atau meningkatkan ketinggiannya. Dengan teknik yang tepat, pilot dapat mengendalikan kecepatan dan arah terbang, baik itu untuk sekedar melayang-layang atau terbang sejauh mungkin dengan menggunakan angin atau termal (arusan udara hangat) untuk naik lebih tinggi.https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://rri.co.id/hobi/1139004/mengenal-paralayang-sebagai-olahraga-uji-adrenaline&ved=2ahUKEwjcgambip-SAxVI9DgGHVmgF4kQFnoECHkQAQ&usg=AOvVaw2-mNlATZZiIaEVrLdOkq4X

Rabu, 21 Januari 2026

Cara terbang tandem


 Paralayang adalah olahraga petualangan yang mengasyikkan. Siapa yang tidak tergiur membumbung di angkasa? Bayangkan, kita bukan burung tetapi bisa terbang bak seekor elang yang dapat menjelajah angkasa nan luas. Terbang dari titik satu ke titik yang lain di ratusan bahkan ribuan meter di atas permukaan bumi. Dapat dengan mudah mendekati awan putih yang menggantung di langit, bahkan kalau mau kita juga bisa "membelai" awan itu. Memanfaatkan angin naik atau lift, itulah kunci olahraga ini. Berpetualang dengan paralayang tak kan ada habisnya. Setiap penerbangan merupakan sebuah kekhususan, karena kita tak akan pernah mengalami hal yang sama di setiap penerbangan kita, selalu berbeda dari waktu ke waktu. Jika dikaitkan dengan sebuah makna kehidupan maka akan semakin terbuka apa sebetulnya makna sebuah penerbangan paralayang. Untuk penerbang paralayang, berada di angkasa merasakan desiran angin tanpa berisik suara mesin dan dapat menyaksikan pemandangan bumi dari sebuah ketinggian sungguh merupakan suatu kebahagiaan. Siapa yang tidak kagum dengan ciptaanNYA itu ketika kita melihat rupa bumi dari sisi yang lain dan melihat dengan cara lain yang tidak semua orang bisa melakukannya? Bagaimana cara termudah untuk menikmati paralayang tanpa susah payah? Gampang, ikut saja terbang bersama penerbang tandem atau instruktur. Terbang berdua menggunakan parasut khusus tanpa harus belajar terlebih dahulu. Tandem paralayang menjadi salah satu solusi terbaik dan tercepat untuk anda yang ingin segera menikmati terbang bebas. Tetapi perlu diingat, terbanglah bersama penerbang paralayang yang sudah berlisensi tandem. Tidak semua penerbang dapat melakukan penerbangan tandem. Oleh karenya pilih mereka yang berlisensi tandem. Jangan sungkan untuk menanyakan kepada penerbang yang akan membawa anda. Selamat menikmati keindahan angkasa nusantara.https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://www.paragliding.web.id/flying_in_indonesia/how_to_tandem_flying&ved=2ahUKEwjs_u-ViZ-SAxU9oGMGHSnSJAQQFnoECGgQAQ&sqi=2&usg=AOvVaw2iP-Rh7VstzPkZ5ZePN4ZY

Paralayang

   Paralayang atau luncur layang (bahasa Inggris: paragliding) adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Induk organisasinya adalah PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonesia), sedangkan PLGI sendiri di bawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). Olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.[1] https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://id.wikipedia.org/wiki/Paralayang&ved=2ahUKEwjs_u-ViZ-SAxU9oGMGHSnSJAQQFnoECB4QAQ&sqi=2&usg=AOvVaw0jafOVpnPukMZqVzUdN2F-

Kejuaraan Ketepatan Mendarat Paralayang Parigi Moutong Terbuka 2023

 


Kejuaraan Ketepatan Mendarat Paralayang Parimo Terbuka 2023 bakal digelar tanggal 4-7 Mei 2023 yang akan datang. Ini adalah kejuaraan ke 4 yang diselenggarakan di Bukit Lolaro, Tinombo, Parimo, Sulawesi Tengah. Catat ya, pada kejuaraan ini total hadiahnya fantastis, tak tanggung-tanggung yaitu 198 juta rupiah. Ini adalah hadiah terbesar sepanjang kejuaraan paralayang di Indonesia, bahkan mungkin juga di dunia.