Kamis, 22 Januari 2026

Empat Spot Olahraga Paralayang di Sumatera Utara


 1. Bukit Gajah Bobok ke Wisma Sibayak 





Salah satu spot tempat yang paling ideal untuk take off adalah via Bukit Gajah Bobok. Bukit Gajah Bobok sendiri memiliki ketinggian 1860 meter dpl. Kamu akan diajak untuk lepas landas dari tempat tersebut dan mendarat di sisi lainnya yakni di Wisma Sibayak, Tongging. Jika menempuh perjalanan darat waktunya bisa 40 menit sampai 1 jam namun via udara bisa lebih cepat setengahnya. 


Selain itu, pemandangan selama di udara juga sangat menakjubkan karena dikelilingi bukit-bukit hijau, pemandangan birunya air danau toba, persawahan, kapal-kapal nelayan dan paling eksotis adalah air terjun Sipiso-piso yang bisa kamu lihat dengan jelas selama di atas. Pengoperasian paralayangnya juga diawaki oleh pilot professional sehingga kamu tidak perlu khawatir mengalami cedera atau kecelakaan selama mengikuti panduannya. Biayanya sendiri relatif di angka ratusan ribu sampai Rp. 1 jutaan. Kamu bisa menghubungi akun Instagram mereka di @kuliki_paralayang_karo untuk pertanyaan dan reservasi. 


2. Puncak Sibodiala, Balige





Masih di seputaran Danau Toba, spot paralayang yang baru dibuka yahun 2024 ini adalah Puncak Sibodiala di Balige, Kabupaten Toba. Hanya perlu waktu sekitar 15 menit dari pusat kota Balige untuk mengakses lokasi take off paralayangnya. Anda harus mendaki bukit Sibodiala yang punya ketinggian 800 meter dpl untuk sampai dipuncaknya. 


Sesampainya di puncak bukit, tersaji pemandangan yang memukau mulai dari hutan pinus, deretan perbukitan, perkampungan dan perkebunan warga hingga pemandangan danau toba yang sangat luas. Selain itu tak jauh dari sana ada Batu Basiha yang menampilkan tumpukan bebatuan sisa ledakan vulkanis danau toba sekitar 74.000 tahun lalu. Dan dari puncak itu, kamu bisa melakukan aktivitas paralayang dengan biaya hanya Rp. 550rb saja (sudah termasuk asuransi kecelakaan).


3. Siulak Hosa





Objek wisata Siulak Hosa berada di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Tempat ini merupakan yang paling 'senior' jika dibandingkan lokasi take off paralayang lainnya. Itu dikarenakan pemerintah daerah punya program tahunan seperti Festival Danau Toba (FDT) yang menampilkan atraksi paralayang di Samosir sejak tahun 2013. Tak jarang, atlet paralayang lokal maupun mancanegara berbondong-bondong ikut andil dalam event tahunan tersebut. Bahkan dalam berbagai testimoni mereka menyebut spot terbang di Siulak Hosa menjadi yang paling menakjubkan karena diisi lanskap danau dan perbukitan yang eksotis. 


Wisatawan umum juga bisa menjajal paralayang di sini dengan lokasi pendaratan di Bukit Beta, Kecamatan Tuktuk, Samosir. Siapkan budget di atas Rp. 1 jutaan karena untuk mengakses aktivitas paralayang di sini biasanya hanya untuk event-event tertentu saja sehingga tentu harganya akan bervariasi tergantung skala kegiatannya. 

Huta Ginjang





Objek wisata Huta Ginjang merupakan satu dari 16 Geosite di Geopark Kaldera Toba. Berada di ketinggian 1500 dpl, objek wisata ini langsung menghadap ke birunya air Danau Toba. Terletak di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, objek wisata Huta Ginjang resmi dibuka sejak 2020 dan terkenal dengan tugunya yang fenomenal. 




Awalnya, olahraga paralayang ditampilkan sebagai sebuah atraksi dimana masyarakat hanya menonton. Namun seiring dengan jam terbang dan pengalaman dari para pilotnya, pihak pengelola pun memberi kesempatan kepada wisatawan untuk ikut mencoba olahraga ini. Biayanya pun relatif murah sekitar Rp. 500rban untuk sekali terbang. Anda bisa langsung datang ke objek wisata Huta Ginjang dan merasakan langsung sensasi adrenalinnya.   https://sardanagroup.co.id/berita/empat-spot-olahraga-paralayang-di-sumatera-utara

0 komentar:

Posting Komentar