Jumat, 22 Mei 2026
Kamis, 22 Januari 2026
Atlet Indonesia Raih Emas Kejuaraan Paralayang di Jepang
Januari 22, 2026 ahmad rosyidd
Atlet Paralayang Indonesia asal Tulungagung, Damar Tetuko Harimurti (17), menunjukkan penampilan gemilang dalam ajang Fujinomiya Paragliding Accuracy Internasional Open. Kejuaran ini diselenggarakan oleh Japan Hang and Paragliding Federation (JHF) di Asagiri, Fujinomiya, Jepang, pada 28-29 November 2025 lalu.
Empat Spot Olahraga Paralayang di Sumatera Utara
Januari 22, 2026 ahmad rosyidd
1. Bukit Gajah Bobok ke Wisma Sibayak
Salah satu spot tempat yang paling ideal untuk take off adalah via Bukit Gajah Bobok. Bukit Gajah Bobok sendiri memiliki ketinggian 1860 meter dpl. Kamu akan diajak untuk lepas landas dari tempat tersebut dan mendarat di sisi lainnya yakni di Wisma Sibayak, Tongging. Jika menempuh perjalanan darat waktunya bisa 40 menit sampai 1 jam namun via udara bisa lebih cepat setengahnya.
Selain itu, pemandangan selama di udara juga sangat menakjubkan karena dikelilingi bukit-bukit hijau, pemandangan birunya air danau toba, persawahan, kapal-kapal nelayan dan paling eksotis adalah air terjun Sipiso-piso yang bisa kamu lihat dengan jelas selama di atas. Pengoperasian paralayangnya juga diawaki oleh pilot professional sehingga kamu tidak perlu khawatir mengalami cedera atau kecelakaan selama mengikuti panduannya. Biayanya sendiri relatif di angka ratusan ribu sampai Rp. 1 jutaan. Kamu bisa menghubungi akun Instagram mereka di @kuliki_paralayang_karo untuk pertanyaan dan reservasi.
2. Puncak Sibodiala, Balige
Masih di seputaran Danau Toba, spot paralayang yang baru dibuka yahun 2024 ini adalah Puncak Sibodiala di Balige, Kabupaten Toba. Hanya perlu waktu sekitar 15 menit dari pusat kota Balige untuk mengakses lokasi take off paralayangnya. Anda harus mendaki bukit Sibodiala yang punya ketinggian 800 meter dpl untuk sampai dipuncaknya.
Sesampainya di puncak bukit, tersaji pemandangan yang memukau mulai dari hutan pinus, deretan perbukitan, perkampungan dan perkebunan warga hingga pemandangan danau toba yang sangat luas. Selain itu tak jauh dari sana ada Batu Basiha yang menampilkan tumpukan bebatuan sisa ledakan vulkanis danau toba sekitar 74.000 tahun lalu. Dan dari puncak itu, kamu bisa melakukan aktivitas paralayang dengan biaya hanya Rp. 550rb saja (sudah termasuk asuransi kecelakaan).
3. Siulak Hosa
Objek wisata Siulak Hosa berada di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Tempat ini merupakan yang paling 'senior' jika dibandingkan lokasi take off paralayang lainnya. Itu dikarenakan pemerintah daerah punya program tahunan seperti Festival Danau Toba (FDT) yang menampilkan atraksi paralayang di Samosir sejak tahun 2013. Tak jarang, atlet paralayang lokal maupun mancanegara berbondong-bondong ikut andil dalam event tahunan tersebut. Bahkan dalam berbagai testimoni mereka menyebut spot terbang di Siulak Hosa menjadi yang paling menakjubkan karena diisi lanskap danau dan perbukitan yang eksotis.
Wisatawan umum juga bisa menjajal paralayang di sini dengan lokasi pendaratan di Bukit Beta, Kecamatan Tuktuk, Samosir. Siapkan budget di atas Rp. 1 jutaan karena untuk mengakses aktivitas paralayang di sini biasanya hanya untuk event-event tertentu saja sehingga tentu harganya akan bervariasi tergantung skala kegiatannya.
Huta Ginjang
Objek wisata Huta Ginjang merupakan satu dari 16 Geosite di Geopark Kaldera Toba. Berada di ketinggian 1500 dpl, objek wisata ini langsung menghadap ke birunya air Danau Toba. Terletak di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, objek wisata Huta Ginjang resmi dibuka sejak 2020 dan terkenal dengan tugunya yang fenomenal.
Awalnya, olahraga paralayang ditampilkan sebagai sebuah atraksi dimana masyarakat hanya menonton. Namun seiring dengan jam terbang dan pengalaman dari para pilotnya, pihak pengelola pun memberi kesempatan kepada wisatawan untuk ikut mencoba olahraga ini. Biayanya pun relatif murah sekitar Rp. 500rban untuk sekali terbang. Anda bisa langsung datang ke objek wisata Huta Ginjang dan merasakan langsung sensasi adrenalinnya. https://sardanagroup.co.id/berita/empat-spot-olahraga-paralayang-di-sumatera-utara
Keunikan Wisata Paralayang Batu Hingga Pilihan Aktivitas
Januari 22, 2026 ahmad rosyidd
Keunikan Wisata Paralayang Batu Hingga Pilihan Aktivitas
"Kawasan wisata Paralayang Batu menaunikan Wisata Paralayang Batu
Keistimewaan wisata paralayang Batu tidak hanya terletak pada aktivitas olahraga saja, tetapi juga menyuguhkan panorama indah dari puncak gunung.
Anda dapat menikmati pemandangan Kota Batu dari ketinggian, serta hamparan pegunungan hijau yang menyejukkan mata karena lokasinya di dataran tinggi.
Meski rute menuju wisata paralayang Batu cukup menantang, tetapi jalan yang dilalui menawarkan pemandangan pegunungan yang memanjakan mata
Lokasi, Jam Operasional, Harga Tiket
Wisata paralayang Batu terletak di kawasan Gunung Banyak, tepatnya di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon dengan waktu tempuh sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota.
Jam operasional wisata paralayang Batu buka setiap hari selama 24 jam penuh, kecuali hari Jumat hanya buka pukul 13.00-17.00 WIB saja.
Umumnya, biaya untuk menikmati paralayang berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per orang yang sudah termasuk perlengkapan keselamatan dan instruktur berpengalaman.
Pilihan Aktivitas di Wisata Paralayang Batu
Kawasan wisata paralayang Batu ini juga menawarkan berbagai aktivitas menarik lainnya yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Beberapa di antaranya adalah
Paralayang
paralayang batu - CIMB Niaga
Paralayang menjadi aktivitas utama di wisata paralayang Batu. Anda bisa merasakan sensasi terbang bebas sambil menikmati pemandangan dari ketinggian.
Bagi pemula, tersedia fasilitas tandom beserta satu orang instruktur berpengalaman untuk membantu mengemudikannya.
Pengalaman ini tidak hanya menawarkan adrenalin, tetapi juga memberikan kesempatan untuk melihat kawasan wisata paralayang Batu dari perspektif berbeda.
Omah Kayu
paralayang batu omah langit - CIMB Niaga
Omah Kayu atau rumah pohon adalah salah satu yang populer di kawasan wisata paralayang Batu yang sering dijadikan spot berburu foto oleh wisatawan.
Terletak tidak jauh dari lokasi take-off paralayang, Omah Kayu menawarkan pengalaman menginap yang unik di tengah hutan pinus.
Dari kawasan wisata paralayang Batu ini, Anda dapat menikmati pemandangan lembah yang hijau dengan udara sejuk khas dataran tinggi.
Taman Langit
taman langit paralayang batu - CIMB Niaga
Copyright image: wisata.id
Taman Langit adalah sebuah taman di kawasan wisata paralayang Batu yang menawarkan berbagai spot foto menarik dengan tema yang unik.
Beberapa spot yang populer antara lain jembatan langit, patung malaikat, dan replika bangunan ikonik dunia.
Taman Langit juga menyediakan beberapa fasilitas seperti tempat duduk untuk bersantai dan kafe dengan pemandangan kawasan wisata paralayang Batu yang menakjubkan.https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/gayahidup/wisata-paralayang-batu
Paralayang Batu, Pengalaman Perspektif Baru Saat Terbang Seru
Januari 22, 2026 ahmad rosyidd
Pengalaman Perspektif Baru Saat Terbang Seru
Deru angin lembut menyapu wajah dan kaki melayang di udara. Dalam sejenak, kamu akan terbang di atas hamparan lanskap Kota Batu. Sensasi itu menanti kamu saat naik paralayang Batu, Malang, Jawa Timur.
Ini bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan sebuah puisi visual yang memadukan keindahan alam, adrenalin, dan kebebasan tak terbatas. Dari ketinggian, mata kamu akan terbuka dan melihat perspektif baru tentang hidup.
Batu, Kota di Antara Awan dan Impian
Kota Batu yang dijuluki "Kota Apel" telah lama dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Timur. Perkebunan subur, udara sejuk pegunungan, serta ragam atraksi modern adalah magnet wisatawan di wilayah ini.
Kota Batu yang Dikepung Pegunungan
Terletak di dataran tinggi, Kota Batu dikelilingi gugusan pegunungan megah, seperti Gunung Panderman dan Arjuno-Welirang. Lanskapnya berbukit-bukit dan lembah hijau menyuguhkan pemandangan menawan di setiap sudut.
Selain pesona alamnya, Batu juga kaya akan budaya dan keramahan penduduknya, menciptakan atmosfer yang nyaman menjadi ”penghangat” bagi setiap pengunjung di wilayah yang terkenal berhawa sejuk ini.
Mengapa Batu jadi Lokasi Favorit Paralayang?
Kondisi geografis dan iklim Kota Batu ideal untuk aktivitas paralayang. Anginnya stabil dan topografi berbukit mendukung untuk kamu yang siap lepas landas.
Perbedaan ketinggian yang signifikan menawarkan jalur terbang yang panjang dan panorama spektakuler. Titik lepas landasnya berada di Gunung Banyak yang telah disiapkan secara khusus untuk olahraga ini.
Kamu bisa merasakan hembusan angin pegunungan yang sempurna untuk menopang parasut ketika kamu terbang dari paralayang Batu. Kamu akan melayang anggun di atas lembah dan kota.
Pengalaman Terbang: Saat Bumi Menjauh, Langit Membuka Cerita Baru
Saat parasut mengembang dan meninggalkan langkah terakhir di tepi tebing, sebuah dimensi baru terbuka. Penerbangan dari paralayang Batu adalah momen untuk merasakan kebebasan tanpa batas.
Kamu akan merasakan hembusan angin yang membelai, sensasi melayang yang ringan, dan keheningan yang sesekali dipecahkan oleh suara angin. Pengalaman ini akan menguji adrenalin sekaligus menenangkan jiwa.
Ini adalah kesempatan melihat dunia dari sudut pandang berbeda sambil melepas segala beban pikiran dan membiarkan dirimu larut dalam keindahan panorama yang disajikan alam.
Tips untuk Terbang yang Lebih Menyenangkan
Agar petualangan paralayang Batu semakin seru dan aman, perhatikan beberapa persiapan sederhana.
Datang Pagi atau Sore Hari
Waktu terbaik untuk paralayang Batu adalah pagi hari sekitar pukul 08.00–11.00 WIB atau sore hari pukul 14.00–17.00 WIB.
Kondisi angin cenderung lebih stabil dan cuaca tidak terlalu panas di jam-jam ini, sehingga penerbangan kamu akan lebih nyaman dan aman.
Gunakan Pakaian yang Nyaman dan Bergerak Bebas
Pilihlah pakaian yang longgar dan nyaman agar bisa bergerak bebas saat lepas landas dan mendarat. Gunakan celana panjang, kaus, dan jaket tipis untuk melindungi kulit dari gesekan tali harness dan paparan angin.
Pakai Sepatu Tertutup dan Anti-Slip
Kenakan sepatu olahraga atau sepatu gunung yang tertutup dan memiliki sol anti-slip. Hindari mengenakan sandal atau sepatu hak tinggi karena berisiko terlepas atau menyebabkan cedera saat berlari di medan lepas landas atau saat mendarat.
Bawa Kamera/HP + Tali Pengaman
Dokumentasikan penerbanganmu sambil memastikan kamera aksi (GoPro) atau smartphone kamu dilengkapi tali pengaman yang kuat agar tidak terjatuh saat di udara.
Jika kamu tak ingin membawanya, banyak operator yang menyediakan layanan dokumentasi.
Makan yang Cukup, Tapi Jangan Berlebihan
Makanlah secukupnya sebelum terbang agar tubuh berenergi. Tapi hindari makan sampai kekenyangan karena bisa menyebabkan mual atau ketidaknyamanan saat melayang di udara.
Tenang Saja, Kamu Terbang Bersama Profesional!
Tetaplah tenang dan percayakan pada pemandu (tandem pilot). Mereka adalah profesional bersertifikat yang sudah mengantongi ribuan jam terbang.
Dengarkan instruksi mereka dengan seksama, dan nikmati setiap detik petualangan terbang kamu dengan paralayang Batu.
Rasakan Langsung Pengalaman yang Mengesankan
Perkiraan harga untuk penerbangan dengan tandem pilot bervariasi. Biaya untuk merasakan pengalaman luar biasa ini dimulai dari Rp400.000–Rp600.000 per orang.
Biaya itu tergantung operator dan paket yang dipilih dan biasanya sudah termasuk dokumentasi foto atau video. Sementara prosedur penerbangannya cukup sederhana.
Kamu akan dipasangkan dengan tandem pilot profesional menggunakan harness khusus yang aman. Aspek keamanan adalah prioritas utama, karena semua peralatan dicek secara berkala dan pilot memiliki lisensi yang valid.
Setelah mendapat briefing singkat dan pemasangan alat, kamu akan diajak berlari kecil menuruni lereng bukit hingga parasut mengembang sempurna dan kamu terangkat ke udara.
Durasi terbang bervariasi tergantung kondisi angin, antara 10–20 menit di udara. Durasi ini cukup untuk merasakan sensasi melayang dan mengagumi panorama 360 derajat.
Setelah itu, kamu akan mendarat dengan mulus di area pendaratan yang telah ditentukan dan langsung membungkusnya dalam memori yang akan kamu ingat seumur hidup.https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=
Desa Sembalun di Lombok Punya Aktivitas Wisata Paralayang
Januari 22, 2026 ahmad rosyidd
Pulau Lombok yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat ternyata menyimpan surga kecil di kaki Gunung Rinjani. Surga tersebut ialah Kecamatan Sembalun yang terletak di Kabupaten Lombok Timur. Wilayah di lereng Gunung Rinjani itu dikenal dengan keindahan perbukitan yang menawan.Sembalun juga menawarkan aktivitas seru untuk para wisatawan, mulai dari mendaki Gunung Rinjani, memetik buah stroberi, menikmati indahnya Bukit Selong, hingga aktivitas wisata paralayang bagi pencinta adrenalin.Banyaknya bukit yang ada di Sembalun lantas dimanfaatkan oleh warga setempat untuk dijadikan sebagai spot bermain paralayang.
Sejarah paralayang
Januari 22, 2026 ahmad rosyidd
PARALAYANG INDONESIA, PERJALANAN DARI MASA KE MASA
Pada tahun 1988, seorang fotografer asal Perancis mengirimkan sebuah Parasut Paralayang ke Lody Korua, sebagai imbal jasa ditemaninya Tim Ekspedisi Perancis ke Pulau Seram. Setelah sekian lama tersimpan, parasut ini dipinjamkan kepada (alm) Dudy Arief Wahyudi, untuk selanjutnya dibawa ke Yogyakarta.
Berbekal parasut ini, maka (alm) Dudy dan Gendon Subandono, mencobanya secara otodidak, dengan mempelajari buku manual yang ada, dan inilah perkembangan olahraga Paralayang di Indonesia. Parasut tipe Drakkar Everest ini pun menjadi parasut pertama yang kemudian dipergunakan untuk belajar banyak orang.
Di awal perkembangannya, olahraga paralayang dikenal dengan sebutan olahraga terjun gunung. Kelompok Terjun Gunung Merapi yang didirikan di Yogyakarta menjadi salah satu penanda hadirnya komunitas olahraga dirgantara ini. Ada pula, turis asal Perancis lainnya, Bernard Fode (alm) yang akhirnya menetap di Bali, pada tahun 1990, dan memulai kegiatan terbang Paralayang di Pantai Timbis, Bali.
Pada kurun waktu berikutnya, mulai hadir para penggiat yang mewarnai olahraga ini. Pada tahun 1992 ini tercatat tak lebih dari 5 parasut yang ada di Indonesia. Lokasi yang dipakai untuk kegiatan Paralayang saat itu adalah Puncak, Bukit Sentul, Lido (Jawa Barat), Pantai Parangtritis (Yogyakarta) dan Timbis (Bali).
Dari Terjun Gunung ke Paralayang
Salah satu momentum penting perkembangan olahraga dirgantara ini adalah digaungkannya istilah baru Paralayang untuk menggantikan istilah terjun gunung. Peresmian nama ini dilakukan pada saat Eksebisi Gantolle dan Terjun Gunung di Gunung Haruman Garut pada tanggal 22 dan 23 Mei 1993. Pada akhir tahun 1993 terlahir pula PPI (Persatuan Paralayang Indonesia) sebagai organisasi pertama olahraga paralayang di Indonesia.
Pada awal tahun 1994, olahraga paralayang menjadi olahraga binaan FASI saat Rakernas di Lembang Bandung di bawah Pusat Gantolle Indonesia (PGI). Hertriono Kartowisastro yang sudah menjadi penggiat FASI sebelumnya menjadi salah satu pendorongnya. Pada awal tahun ini pula terselenggara kejuaraan ketepatan mendarat paralayang pertama kali di Puncak Bogor. Pada tahun 1995, kejuaraan nasional paralayang pertama dilaksanakan di Wonogiri dan Kemuning dengan peserta nasional sekitar 20 orang.
Pada tahun 1996 akhirnya paralayang resmi menjadi bagian dari FASI. Organisasi PGI dirubah namanya menjadi Pusat Layang Gantung Indonesia (PLGI) pada munas FASI di Lembang. Paralayang resmi menjadi salah satu cabang olahraga yang sejajar dengan olahraga Gantolle. Dengan adanya pengakuan FASI ini, maka Paralayang menjadi lebih mudah berkembang di waktu-waktu berikutnya.

Paralayang Menapak Berprestasi Dunia
Kejuaraan nasional paralayang menjadi bagian penting perkembangan paralayang yang secara rutin diselenggarakan setiap tahun. Lompatan besar perkembangan paralayang terjadi ketika paralayang menjadi bagian dari PON (Pekan Olahraga Nasional) pada tahun 2000 di Batu, Malang, Jawa Timur. Banyak kegiatan internasional pun diikuti, setidaknya ada 3 kegiatan multi event yang menapakkan paralayang menjadi salah satu cabor yang akhirnya ikut mendukung prestasi dunia olahraga Indonesia.
Pada tahun 2008, Paralayang Indonesia memperoleh 7 medali emas dari 8 yang diperebutkan di Asian Beach Games (ABG), Bali. Pada tahun 2011 memperoleh 10 medali emas dari 12 medali yang diperebutkan di SEA GAMES Puncak, Bogor. Pada Asian Games tahun 2018 memperoleh 2 medali emas dari 6 yang diperebutkan. Prestasi paralayang juga terukir dari kejuaraan-kejuaraan tunggal paralayang dari kurun waktu 2010 sd 2019, beberapa atlet Paralayang Indonesia berhasil naik podium pada kejuaraan bergengsi nomor ketepatan mendarat.

Wisata Dirgantara Paralayang
Paralayang tak hanya sebagai sarana hobi atau prestasi, perkembangan terakhir yang sangat mempengaruhi dinamika olahraga ini adalah ketika paralayang menjadi salah satu wisata petualangan dirgantara yang sangat diminati banyak orang. Semakin banyaknya lokasi terbang dan berkembangnya komunitas serta meningkatnya wisata alam, paralayang mendapatkan imbas positif dari perkembangan itu.
Terkait wisata dirgantara paralayang, sebenarnya telah dimulai sejak akhir tahun 1993 ketika hadirnya parasut tandem, namun proses perkembanganya sangat perlahan hingga berkembang cepat mulai tahun 2010. Saat ini, paralayang menjadi salah satu andalan wisata petualangan Indonesia, sehingga banyak pejabat daerah yang terlibat untuk mengembangkannya. (Get/WY)https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://www.paragliding.web.id/organization/history&ved=2ahUKEwitmZTRi5-SAxXT8qACHdU5EhsQFnoECCAQAQ&usg=AOvVaw2QCEcl6WKNoyBUr6B_AFWR










